← Kembali ke aplikasi

Tentang Kuis Juara TKA

Aplikasi latihan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk murid kelas 6 SD: Matematika dan Bahasa Indonesia, dengan pembahasan langkah demi langkah, modul belajar interaktif, dan TAKA, burung hantu teman belajar.

Aplikasi ini bukan produk resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Pusmendik. Soal-soalnya adalah bahan latihan dan tidak dijamin sama dengan soal TKA yang sebenarnya.

Sumber materi

Acuan kisi-kisi

Asal soal

Menemukan kesalahan pada soal atau pembahasan? Sampaikan kepada pengelola aplikasi supaya bisa segera diperbaiki.

Cara soal Matematika disusun

  1. Generator per topik. Ada … topik, misalnya KPK, pecahan, volume, waktu, dan diagram batang. Setiap generator membuat soal baru dengan angka acak yang dibatasi supaya hasilnya wajar untuk kelas 6, misalnya bilangan bulat atau pecahan sederhana. Nama tokoh, sekolah, dan benda diambil acak, dan sesekali nama anak sendiri ikut menjadi tokoh cerita.
  2. Pengecoh dari kesalahan umum. Pilihan yang salah tidak dibuat sembarangan. Pengecoh diambil dari kesalahan hitung yang sering terjadi, misalnya membulatkan sisa pembagian ke arah yang salah, menjumlahkan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, atau lupa satu langkah hitungan. Kalau masih kurang, ditambah nilai di sekitar jawaban. Letak jawaban benar diacak di A–D.
  3. Menyusun ronde. Topik diambil berdasarkan bobot topik di pengaturan (bobot 2 muncul lebih sering, bobot 0 dimatikan), lalu dikocok. Topik yang sama diusahakan tidak muncul berturut-turut. Sebagian soal (porsi bawaan 20%) diambil dari bank soal pilihan guru dan disisipkan di posisi acak.
  4. Pembahasan bertahap. Saat jawaban salah, pembahasan muncul satu langkah per layar. Anak mengisi hitungan kecil di setiap langkah dengan dua kesempatan, lalu melihat kesimpulan dan kartu rumus terkait.

Cara soal Bahasa Indonesia disusun

  1. Soal kelompok per teks. Seperti TKA, satu teks bacaan dipakai beberapa soal. Soal untuk teks yang sama tampil berurutan, maksimal 5 soal per teks dalam satu ronde, supaya anak cukup membaca teksnya sekali. Di tablet, teks ada di kiri dan pertanyaan di kanan.
  2. Porsi bank soal dan soal pengembangan. Bagian ronde yang diambil dari bank soal diatur di pengaturan (bawaannya 40%). Sisanya diambil dari soal pengembangan. Kalau salah satu sumber kurang, ronde diisi dari sumber lainnya.
  3. Pilihan berbobot topik. Ada … topik membaca dalam tiga kompetensi TKA, misalnya gagasan pokok, fakta dan opini, makna ungkapan, watak, dan amanat. Dari setiap teks, soal dipilih secara acak berbobot (weighted random sampling, metode Efraimidis–Spirakis) sesuai bobot topik di pengaturan. Urutan soal di dalam teks tetap seperti aslinya.
  4. Teks diselang-seling. Teks informasi dan teks fiksi diambil bergantian supaya seimbang. Urutan pilihan jawaban diacak, dan alasan setiap pilihan ikut berpindah bersama pilihannya.
  5. Pembahasan berbukti. Setelah menjawab, kalimat bukti di teks disorot. Pembahasan lalu menjelaskan kenapa pilihan anak keliru dibandingkan dengan jawaban yang benar, memberi alasan untuk setiap pilihan, dan menutup dengan tips untuk soal sejenis.

Modul belajar & penilaian

TAKA (asisten AI) & suara

Teknologi & lisensi pihak ketiga

Privasi singkat